Blog - Apa Itu Microlearning

Microlearning: Apa Itu Microlearning dan Manfaatnya?

Apa dan kenapa sih harus microlearning?

Belajar merupakan proses yang berkelanjutan. Seperti saat di sekolah dulu, pembelajaran secara bertahap agar dapat memahami materi berikutnya. Proses belajar seperti itu membantu murid menangkap dan menanamkan ilmu di otak kami dengan lebih mudah. Karenanya, terkadang informasi atau ilmu yang diberikan secara tiba-tiba dan sekaligus sangat mudah untuk dilupakan. Terlebih lagi daya fokus kami yang kian menurun akibat gangguan dari media sosial.

Learning paradox merupakan proses belajar dimana pelajar perlu mengetahui ide atau hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengerjakan sesuatu. Namun sayangnya, seringkali pelajar melupakan informasi atau ilmu yg diberikan dengan cepat. Di sinilah micro learning dapat mengisi kekosongan proses belajar.

Seperti yang sudah diketahui, micro learning merupakan ilmu atau informasi yang dibuat spesifik dan dalam ukuran kecil yang mudah untuk ditangkap oleh daya ingat. Micro learning berperan penting dalam proses pembelajaran terutama di pelatihan karyawan, dimana tidak semua karyawan memiliki dasar ilmu yang sama tapi tetap bisa belajar sesuai kebutuhan dan kecepatan masing-masing.

Micro learning dinilai lebih efektif daripada training konvensional yang memakan waktu lebih lama sehingga karyawan mudah teralihkan, pada akhirnya karyawan dapat melewatkan informasi yang penting.

Disinilah keunggulan materi yang singkat, padat dan jelas dari micro learning bisa diterapkan. Materi ini disusun agar pengguna atau pembaca micro learning tidak kehilangan fokus selama belajar dan tetap bisa memahami serta mengingat informasi yang dibaca.⁣

Jadi jangan terkecoh dengan namanya, micro learning tentu tidak hanya sekedar materi yang dijadikan singkat, tapi merupakan materi yang dibuat dengan tujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Microlearning telah menjadi sebuah tren dalam dunia pembelajaran. Konsep yang didesain dengan unik dan simpel ini dianggap sangat cocok untuk generasi modern yang ingin pembelajaran yang serba praktis dan menyenangkan. 

Metode ini bahkan digunakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Learning Center pada beberapa materi coursenya. Selain untuk belajar, microlearning juga efektif digunakan sebagai pengganti training konvensional. Mengutip dari The Jakarta Post, perusahaan yang sudah berhasil menerapkan training menggunakan micro learning adalah Gap, Chevron dan BuzzFeed⁣.

Microlearning terbukti membantu meningkatkan fokus dan mengurangi distraksi dengan tampilan yang menarik. Materi yang masuk pun, karena sering diulang, akan diingat jauh lebih lama. Materi untuk 1 microlearning yang durasinya sekitar 5 menit, cocok dengan research yang dilakukan oleh Deloitte yang mengemukakan bahwa waktu yang rela digunakan oleh rata-rata karyawan hanya 4,8 menit perhari untuk belajar hal baru.

Microlearning khususnya yang digunakan dengan mobile application terbukti 17% lebih efisien dalam mentransfer ilmu, 50% lebih dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan yang di training, 50% lebih hemat biaya daripada training konvensional, 300% hemat waktu dalam pembuatan materi, dan lebih diminati oleh 8 dari 10 L&D profesional. Metode training yang dapat dilakukan tanpa tatap muka ini juga perlu dipertimbangkan khususnya di tengah pandemi COVID-19. Dengan berlakunya new normal, tentunya perusahaan juga perlu merombak proses training mereka menjadi prosedur pelatihan yang efektif tapi juga menerapkan peraturan physical distancing. Melihat keunggulan yang dimiliki microlearning, membuat microlearning menjadi salah satu solusi terbaik dalam masalah ini.⁣

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *