Pemanfaatan Motion Tracking untuk Membuat Learning Content

Learning content

Di masa digital yang serba jarak jauh ini banyak bermunculan inovasi baru yang memanfaatkan media digital. Dan di tengah itu membuat learning content menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan oleh banyak pengajar untuk menciptakan pengalaman belajar jarak jauh yang tetap menarik. Masalahnya, membuat learning content yang menarik dengan tenaga pengajar yang kompeten membutuhkan effort besar dan biaya yang tidak murah. Tapi bagaimana jika Smart Learner memanfaatkan pelatihan offline yang sudah ada dan mengemasnya menjadi digital content?

Untuk membuat content learning dari pelatihan offline yang sudah ada, Smart Learner bisa menggunakan motion tracking. Dengan memanfaatkan motion tracking, memungkinkan Smart Learner dapat membuat learning content dengan cara streaming, di mana Smart Learner dapat menampilkan materi belajar di layar monitor sambil merekam pembicara secara auto tracking. Bentuknya seperti materi presentasi namun di frame yang sama juga menampilkan pembicara yang sedang menjelaskan. Dengan rekaman streaming tersebut selanjutnya Smart Learner dapat mengolahnya menjadi learning content yang padat.

Apa Itu Motion Tracking?

Dalam pembuatan film hollywood tidak bisa lepas dengan namanya motion tracking. Motion tracking digunakan untuk setiap penggabungan dua object video yang mempunyai gerakan kamera dinamis (atau bergerak) dengan elemen grafis baik video lain, gambar, atau 3D. Namun, motion tracking yang dimaksud di sini adalah proses pengambilan gambar dengan kamera yang terus mengikuti object, sehingga kamera tidak hanya stay, melainkan terus mengikuti setiap perpindahan dari gerakan object. Hal ini dilakukan untuk membuat penonton seolah mengikuti sendiri gerakan object hanya dengan melihat layar yang sama.

Untuk dapat melakukan hal tersebut bisa menggunakan dua cara. Cara yang pertama, Smart Learner dapat menggunakan kamera mirrorless, DSLR, atau alat perekam video apa saja, lalu melakukan rekaman secara manual mengikuti gerakan object menggunakan tangan. Namun cara tersebut tidak disarankan, karena ada cara kedua yaitu dengan menggunakan WebCam dengan AI-powered. Fitur yang ada di dalam AI-powered WebCam dapat membantu Smart Learner merekam sambil object dan mengikuti object tersebut secara otomatis. Jadi, Smart Learner tidak perlu menyewa jasa cameraman profesional untuk membuat video rekaman yang secara konsisten mengikuti object.

Menerapkan Motion Tracking ke dalam Learning Content

Ada beberapa jenis konten video yang dapat dibuat menjadi learning content dengan motion tracking, yaitu :

  1. Video Presentasi/Webinar
    Ada tiga cara pengemasan video presentasi, yang pertama pengajar bisa mempresentasikan materi dengan menjadikan slide power point sebagai background. Yang kedua, pengajar juga dapat mempresentasikan materi dengan menampakkan wajah di samping slide presentasi seperti saat guru menjelaskan materi kepada siswa melalui zoom meeting. Yang ketiga, mempresentasikan materi dengan menggunakan alat peraga atau ilustrasi seperti papan tulis di samping, layaknya guru mengajar di kelas. Agar penonton video dapat lebih mudah mengerti mengenai apa yang disampaikan.
  1. Video Storytelling/Podcast
    Tidak jauh berbeda dengan video presentasi, dalam video storytelling pengajar cukup bercerita mengenai isi konten materi yang akan disampaikan ke peserta pelatihan. Agar video storytelling tidak membosankan, pengajar juga dapat menyisipkan gambar maupun tulisan pendek untuk memberi tanda, sekaligus memberi penjelasan pada storytelling-nya.
  1. Video Talkshow
    Video ini juga bisa dikategorikan video presentasi maupun video storytelling karena video talkshow menghadirkan pembicara atau narasumber untuk mempresentasikan materi sekaligus berbincang-bincang seperti storytelling dan podcast. Perlu persiapan yang matang untuk membuat video talkshow ini, di antaranya tema yang ingin diangkat, narasumber ahli di bidangnya, serta penempatan waktu dan tempat yang harus tepat.
  1. Video Tutorial
    Jenis video ini cocok bagi pengajar yang ingin menyampaikan materi bersifat praktikal yang harus dipraktikan oleh peserta dalam pembelajaran. Cukup banyak peserta yang  meminati video ini karena isi konten bersifat edukatif dan solutif bagi penonton. Bentuk video tutorial bisa berupa “How To Make” yaitu video tentang cara membuat sesuatu seperti tutorial memasak, dan tutorial make up dan lainnya. Bentuk lainnya, video tutorial Screencast adalah video tentang tutorial penggunaan aplikasi dengan merekam layar, biasanya menggunakan aplikasi Screen Recorder.

Sebagai contoh penggunaan motion tracking, jika digunakan pada video presentasi i dapat menambah engagement kepada penonton/murid dengan memperlihatkan sosok pengajar yang terus aktif dalam menjelaskan materi sambil diperlihatkan materi power point-nya. Video disajikan secara sederhana dengan memfokuskan pada penyampaian materi yang utuh. Content learning seperti ini bisa dibuat bahkan dari seminar atau training yang telah didokumentasikan.

Untuk membuat learning content seperti itu, Smart Learner cukup menyiapkan WebCam, Laptop, aplikasi streaming, dan alat penunjang lainnya. Namun jika ingin lebih praktis, Smart Learner dapat menggunakan jasa pembuatan video yang akan membantu Smart Learner untuk mendokumentasikan training atau seminar dan dibuatkan menjadi direct content seperti yang dijelaskan di atas. Sunedu.id sendiri memiliki pengalaman dalam membuat learning content serupa, jika Smart Learning tertarik untuk membuat konten pembelajaran seperti ini, Smart Learner dapat mengunjungi page kami.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x