5 Alasan Perusahaan Gagal Implementasi LMS

Implementasi LMS

Learning Management System (LMS) berpotensi gagal meskipun sudah dipastikan memiliki fitur yang memudahkan, lebih efisien dan hemat biaya. Padahal LMS banyak dibutuhkan oleh perusahaan dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Namun dibalik segala kelebihan yang ditawarkan oleh LMS, juga memungkinkan perusahaan gagal dalam mengimplementasikannya. Berikut lima alasan mengapa perusahaan gagal dalam Implementasi LMS :

  1. Tidak Ada Strategi Penggunaan LMS
    Pada implementasi LMS, strategi sangat diperlukan karena LMS hanyalah sebuah alat bukan solusi dari setiap permasalahan pada suatu perusahaan. Sebagai user, perusahaan tidak seharusnya berharap menuai manfaat penggunaan LMS tanpa memiliki strategi yang jelas. Smart Learner perlu mengidentifikasi spesifikasi masalah yang akan ditangani oleh LMS, misalnya mengurangi biaya pelatihan, meningkatkan engagement karyawan dan seterusnya. Kemudian, pertimbangkan juga siapa saja yang terlibat dalam pembuatan dan penggunaan LMS ini., Dukungan dari pihak manajemen sangat dibutuhkan. Jangan lupa untuk membuat rencana pengelolaan program ini, khususnya sumber daya administrasi internal perusahaan. Jika tidak ada strategi yang terencana dengan matang, maka bisa saja implementasi LMS hanya sebagai branding perusahaan saja.
  1. Konten LMS Kurang Interaktif
    Konten yang tidak menarik dan kurang interaktif akan menghalangi peluang keberhasilan implementasi LMS, tidak peduli seberapa bagus LMS yang Smart Learner punya. Konten LMS harus dikembangkan dengan mempertimbangkan target user dan bagaimana mereka akan berinteraksi dengan materi yang sudah dipetakan pada Learning Journey yang telah dimiliki oleh masing-masing karyawan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Digital Mindset yang dapat dipastikan melalui fasilitas memadai yang seharusnya disiapkan oleh perusahaan agar memberikan pengalaman yang positif bagi karyawan. Kedua, Take Note of Trends dengan mempelajari tren ­e-learning untuk mengetahui jenis konten apa saja yang sesuai dengan tenaga kerja modern. Pembuatan konten melalui Interactive Content – H5P dan Creating SCORM Content sangat direkomendasikan.
  1. Reporting LMS Kurang Lengkap
    Mengevaluasi keberhasilan program pelatihan melalui fitur reporting sangatlah penting guna memetakan rencana program pelatihan berikutnya. Apabila LMS yang dimiliki tidak menyediakan fitur reporting yang disempurnakan sesuai dengan kebutuhan, maka akan kurang efektif karena karyawan layak mendapatkan feedback yang akurat, demikian juga dengan perusahaan. Pada fitur yang disediakan oleh Moodle belum tentu sesuai dengan kebutuhan implementasi LMS di perusahaan Anda. Solusinya, dapat melakukan kustomisasi Plugin. Sehingga implementasi LMS dapat berjalan dengan baik.
  1. Fitur LMS Sudah Usang
    Pada poin sebelumnya telah dijelaskan bahwa LMS adalah alat untuk mempermudah perusahaan, jika alat yang digunakan tidak mengalami pembaharuan atau sudah usang maka hasilnya tidak akan membaik secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan mengajarkan trik baru dengan materi lama. Jika LMS lama tidak di-upgrade, karyawan akan berjuang untuk memahami fitur yang tidak up to date. Seharusnya Smart Learner bisa melakukan hal jauh lebih baik dengan merekrut IT yang kompeten atau mencari Vendor LMS yang bisa menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, implementasi LMS dapat dijalankan dengan maksimal.
  1.  Tidak Ada Maintenance dari Vendor LMS
    LMS yang sudah memiliki cara kerja yang canggih serta disesuaikan dengan kebutuhan, bukan tidak mungkin mengalami kendala, seperti kesalahan teknis mulai dari yang sederhana sampai dengan masalah yang kompleks. Ketika hal ini terjadi, disinilah layanan pelanggan dan dukungan teknis dari vendor LMS mengambil peran penting. Sangat disarankan untuk mencari vendor yang menyediakan layanan maintenance. Selain itu, kedua pihak juga perlu memiliki komunikasi yang baik agar maintenance berjalan sebagaimana mestinya. Komunikasi yang baik tidak hanya dilakukan pada saat implementasi LMS dimulai, tetapi saat implementasi berjalan pun seharusnya masih terjalin komunikasi yang baik. Oleh karena itu, tambahan dukungan teknis dan pelayanan pelanggan yang baik harus menjadi salah satu kriteria  pemilihan vendor LMS.

Implementasi LMS memang membutuhkan banyak persiapan. Anda membutuhkan tujuan yang jelas mengenai program tersebut dan memiliki pemahaman tentang LMS apa yang paling sesuai dengan perusahaan Anda. Jangan tergiur harga yang relatif murah dan dan nama yang besar, karena belum tentu sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagaimana pun, implementasi LMS diharapkan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x