4 Cara Membuat Pelatihan Karyawan Jadi Lebih Menarik dan Efektif

Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan merupakan usaha perusahaan untuk meningkatkan kualitas karyawan, baik dari segi softskill maupun hardskill. Karyawan berkualitas yang merata akan membantu mempercepat perusahaan untuk berkembang dan mencapai tujuannya. Masalahnya, apakah pelatihan karyawan yang selama ini diterapkan di perusahaan sudah yang paling tepat?

Untuk menentukan program pelatihan karyawan seperti apa yang paling tepat, Smart Learner perlu mempelajari cara belajar karyawan dan urgensi dari kebutuhan belajar karyawannya. Biasanya rata-rata perusahaan menerapkan program pelatihan konvensional berupa inhouse training dan seminar. Jenis program tersebut mudah untuk diadakan dan terbukti selalu mampu merangsang antusiasme peserta, namun memiliki keterbatasan yaitu tidak semua karyawan dapat mengikuti pelatihannya. Belum lagi sebagai LnD, Smart Learner tidak dapat melihat langsung hasil dari pelatihan dan tidak bisa melakukan uji kemampuan atas pelatihan yang diadakan. Jika kebutuhan perusahaan adalah untuk membuat program pelatihan jangka panjang kepada setiap karyawan, Smart Learner dapat menerapkan 4 cara berikut.

  1. Membuat Materi Pelatihan Karyawan yang Mudah Diakses
    Kebanyakan program pelatihan hanya dapat diikuti oleh beberapa karyawan, padahal untuk menciptakan kualitas karyawan yang merata perusahaan perlu memberikan kesempatan belajar untuk setiap karyawan. Membuat materi yang mudah diakses dapat membantu Smart Learner dalam memberikan edukasi kepada banyak karyawan tanpa perlu repot-repot meng-handle satu per satu. Untuk itu, Smart Learner bisa membuat content learning yang dapat diakses di berbagai platform digital, bisa di media sosial atau membuat Learning Management System (LMS).
    Media belajar digital sendiri terbukti efektif untuk saat ini, karena masyarakat yang rata-rata telah terbiasa dengan kegiatan digital terlebih digitalisasi besar-besaran yang telah dilakukan sebab pandemi lalu. Memilih elearning dalam proses pelatihan kiranya bisa menjadi salah satu pertimbangan bagus. Namun hal ini bisa efektif jika persiapan dan penerapannya benar-benar matang. Untuk itu, disarankan untuk Smart Learner menggunakan tenaga ahli dalam proses pembuatan materi belajar yang bisa diakses secara online.
  1. Desain Materi Pelatihan Karyawan yang Lebih Menarik
    Learning content yang mudah diakses saja tentu tidak cukup, Smart Learner perlu membuat learning content yang menarik untuk dipelajari dengan mengikuti kebutuhan belajar karyawan. Berikut tips membuat learning content yang menarik :

    • Buat konten belajar sesingkat mungkin
    • Sertakan gambar yang relevan
    • Untuk konten video bisa tambahkan animasi atau efek visual
    • Buat isi materi yang interaktif, seperti memberikan quiz dan mengadakan diskusi
    • Memaparkan kesimpulan di setiap akhir materi

    Jika memiliki LMS, Smart Learner juga bisa membuat learning content dengan menggunakan H5P. Di sana kita bisa membuat video pembelajaran yang interaktif dengan menyisipkan beberapa quiz yang bisa dijawab di tengah materi penjelasan atau di akhir materi penjelasan, dan hasilnya akan terkalkulasi secara otomatis. Jadi, peserta tidak hanya menonton video melainkan harus benar-benar memahami materi yang dijelaskan, sehingga bisa menjawab setiap quiz yang muncul.

  1. Membuat Training Report
    Untuk mengetahui perkembangan karyawan saat melaksanakan pelatihan tentu Smart Learner memerlukan laporan berupa training report. Dengan adanya training report ini, LnD dapat melihat sendiri hasil dari pelatihan setiap pesertanya. Dengan begitu pelatihan akan lebih transparan dan peserta lebih mudah untuk melakukan evaluasi.Selain dari laporan hasil kerja, perusahaan dapat melihat kemampuan karyawan dari hasil pelatihannya. Dengan training report, perusahaan bisa melihat bukti hasil kemampuan dari karyawannya untuk memudahkan perusahaan untuk menentukan spesifikasi kebutuhan karyawan pada setiap level dan divisi. Dengan itu juga perusahaan mungkin bisa menjadikannya sebagai salah satu tolok ukur untuk melakukan promosi kepada karyawan.
  1. Menerapkan Gamifikasi
    Proses belajar sering kali terasa membosankan, bahkan menjadi beban bagi beberapa orang. Hal ini tidak bisa dihindari, terlebih jika peserta belajar adalah seorang karyawan yang fokusnya adalah bekerja. Untuk mengatasi itu, gamifikasi menjadi solusi terbaik yang bisa terapkan. Gamifikasi memberi bentuk apresiasi untuk peserta pelatihan. Penerapan gamifikasi pada proses belajar dinilai efektif, elemen-elemen gim seperti poin, lencana, pencapaian, papan pemimpin peringkat, dan level memberikan efek positif pada semangat belajar peserta. Lebih dari itu, gamifikasi tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga efikasi diri, penentuan kemampuan sendiri, motivasi karir, nilai, hingga pemahaman peserta terkait konten pembelajaran.

Jika Smart Learner mendapati perusahaan membutuhkan pembuatan program pelatihan untuk pengembangan karyawan secara jangka panjang, silahkan hubungi kami di sini.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x