Tingkatkan Keunggulan Kompetitif Karyawan Melalui Upskilling dan Reskilling

Upskilling dan Reskilling

Perusahaan atau organisasi perlu memberikan pengalaman positif bagi karyawan dengan menciptakan budaya pembelajaran yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar menciptakan suasana yang kompetitif. Perusahaan harus memikirkan dan menerapkan cara baru untuk melengkapi kebutuhan karyawan dengan kemampuan transformasi digital yang dapat dilakukan melalui Upskilling dan Reskilling. Cara tersebut dapat membantu karyawan untuk fokus pada KPI masing-masing dan dapat mengikuti perkembangan karier mereka sendiri.

Mengapa Penting untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Karyawan?

Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada tiap-tiap perusahaan adalah salah satu investasi besar yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. SDM sangat erat kaitannya dengan peningkatan revenue perusahaan. Sederhananya, jika perusahaan memfasilitasi pelatihan dan pengembangan karyawan, perusahaan akan menyadari terjadinya direct and indirect returns yang mempengaruhi kinerja bisnis secara positif. Investasi pelatihan mampu menciptakan keunggulan kompetitif, yang mendorong inovasi dan menciptakan peluang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kinerja karyawan pada perusahaan.

Pada akhirnya teknologi dan proses dapat ditiru oleh pesaing perusahaan, namun mencocokkan tenaga kerja yang bermotivasi tinggi, memiliki jiwa kompetitif untuk jauh lebih unggul, jauh lebih sulit. Agar tetap kompetitif di pasar masing-masing, perusahaan perlu memikirkan cara untuk mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Langkah yang diambil oleh perusahaan menjadi bentuk dari pengelolaan SDM yang juga dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Salah satu cara yang masih menjadi trend saat ini adalah Upskilling dan Reskilling karyawan. Keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan daya saing sangat tergantung pada efektifitas dan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang diterapkan oleh perusahaan. Sehingga sudah sangat jelas bahwa penting untuk meningkatkan keunggulan kompetitif karyawan demi terciptanya SDM yang kompetitif dalam membangun kompetensi perusahaan.

Apa Manfaat Upskilling dan Reskilling?

Nilai sebagian besar perusahaan telah bergeser dari aset berwujud seperti mesin dan peralatan menjadi aset tidak berwujud seperti kekayaan intelektual. Termasuk menjadikan karyawan sebagai aset terpenting untuk pertumbuhan suatu perusahaan di masa depan. Perusahaan yang berinvestasi dalam pertumbuhan dan pengembangan karyawan dengan memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan tidak hanya memperdalam keahlian karyawan, tetapi juga meningkatkan kecepatan perusahaan secara keseluruhan. Lebih spesifik terkait pengembangan yang dilakukan melalui Upskilling dan Reskilling akan menuai manfaat berikut:

  1. Melawan Kesenjangan Digital
    Upskilling dan Reskilling merupakan upaya transisi dalam mempersiapkan tenaga kerja untuk percepatan otomatisasi, termasuk melawan kesenjangan digital. Tantangan yang dibawa oleh revolusi digital telah memaksa perusahaan untuk terus berkembang. Jika perusahaan berinvestasi dalam pelatihan dan mengadaptasi bakat karyawan yang ada, maka perusahaan memiliki peluang besar untuk menerapkan perubahan dengan cepat dan menjadi lebih kompetitif.
  1. Mengurangi Biaya Perekrutan
    Upskilling dan Reskilling memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk memperluas keahlian profesional mereka. Keduanya memberikan jalan bagi perusahaan sebagai pemberi kerja untuk membantu karyawan terus berkembang sambil mempertahankan tenaga kerja yang stabil dalam ekosistem bisnis yang terus berubah ini. Sehingga  hal ini  dapat mengurangi proses perekrutan secara signifikan, turnover, serta biaya lainnya yang terkait.
  1. Mempertahankan Talent
    Keluar masuk (turnover) karyawan tentu menjadi beban bagi perusahaan karena dapat memberikan dampak buruk bagi perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu perusahaan pun perlu mencari strategi untuk mempertahankan talent yang sudah ada. Hadirnya Upskilling dan Reskilling mampu menjadi solusi dalam mencegah hal tersebut. Ketika karyawan yakin bahwa perusahaan berinvestasi pada mereka untuk meningkatkan profil profesional atau memberi mereka peluang baru, hal itu akan memperkuat loyalitas mereka. Hal ini juga membuat mereka menolak tawaran pekerjaan lain dan cenderung bertahan lebih lama di perusahaan.

Bagaimana Cara Memulai Upskilling dan Reskilling?

  1. Tetapkan tujuan Upskilling dan Reskilling
    Hal pertama yang tidak boleh terlewatkan dalam memulai Upskilling dan Reskilling adalah menentukan goals. Apakah tujuan pelaksanaannya karena tuntutan teknologi? Apakah karena ingin mengidentifikasi karyawan yang layak mendapatkan promosi? Atau ada juga yang ingin memulai karier di bidang baru dengan harapan dapat meningkatkan job security karyawan. Jika sudah mengetahui tujuan tersebut, maka akan mudah untuk mengarah ke langkah atau keputusan selanjutnya.
  1. Mengidentifikasi Skill Gaps
    Setelah perusahaan menentukan tujuan, selanjutnya perusahaan harus memahami keterampilan yang dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang. Penting untuk memperoleh gambaran tentang kesenjangan keterampilan yang dimiliki karyawan. Hal ini dapat dilakukan melalui survei keterampilan karyawan, tinjauan kinerja, bahkan feedback dari manager dan rekan kerja terkait pengamatan mereka saat karyawan tersebut melakukan tugas sehari-hari. Informasi tersebut dapat membantu menentukan jumlah Upskilling dan Reskilling yang dibutuhkan.
  1.  Rencanakan Pelatihan
    Upskilling dan Reskilling memang menjadi kebutuhan yang krusial bagi perusahaan. Khususnya bagi karyawan yang aktif akan selalu mencari kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Kebutuhan ini dapat difasilitasi melalui training program dengan menentukan perencanaan pelatihan yang jelas, mulai dari tujuan pembelajaran, proses pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, proses Upskilling dan Reskilling jauh lebih mudah dan juga terstruktur.

 Dapat disimpulkan bahwa peningkatan keterampilan dan kemampuan karyawan sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dapat melalui pelatihan yang dilakukan perusahaan, baik dalam bentuk e-learning maupun microlearning yang disediakan oleh Sunedu.id. Layanan dari Sunedu.id membantu Anda dalam meningkatkan keterampilan karyawan perusahaan Anda. Gunakan fitur self-assessment untuk ilustrasi kebutuhan e-learning berdasarkan pengalaman Sunedu.id. sekarang!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x