LMS Apa Yang Tepat Untuk Anda

Jenis LMS Apa Yang Cocok Untuk Anda?

Sebagai teknologi yang dapat meningkatkan pembelajaran, penting untuk mengetahui berbagai jenis LMS dan mencocokan mana yang sesuai untuk Anda atau untuk perusahaan Anda. Berikut merupakan perbandingan beberapa jenis LMS.

Individual atau Enterprise

  Untuk LMS individual biasanya menggunakan sistem subscription untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari masing-masing individu. Contoh LMS individual adalah Blackboard Course Sites.

LMS untuk enterprise tentunya digunakan oleh banyak orang, yang umumnya lebih dari 500 pengguna. LMS jenis ini dapat didesain untuk terus tumbuh bersama perkembangan perusahaan dengan bermacam-macam fitur built-in untuk memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan.

AspekIndividualEnterprise
Biaya★★★★☆★★☆☆☆
Usaha★★☆☆☆★★★★☆
Waktu★★☆☆☆★★★★☆

*Keterangan = semakin banyak yang diperlukan, semakin sedikit bintang hitam       

Gratis atau Berbayar

         Banyak tersedia pilihan LMS gratis di internet. Semua orang yang memiliki kemampuan dapat mendeploy sendiri dan membuat berbagai modul pembelajaran yang dapat diakses bagaikan e-learning pada umumnya. Namun biasanya LMS yang gratis tidak dapat memenuhi semua kebutuhan perusahaan. Belum lagi update pada platform yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga, pemeliharaan dan upgrade LMS, serta penambahan fitur yang dibutuhkan.

         Produk LMS berbayar didesain untuk dapat digunakan oleh berbagai organisasi, baik perusahaan maupun universitas karena adanya beragam fitur seperti learning path, migrasi data, menghasilkan laporan pembelajaran, membuat kalender training, dan berbagai fitur lainnya yang terintegrasi dengan sistem perusahaan. LMS berbayar juga lebih mudah di deploy sehingga tidak memakan banyak waktu dan tenaga. LMS berbayar tentu saja merupakan LMS yang reliabel atau dapat diandalkan.

AspekGratisBerbayar
Biaya★★★★★★☆☆☆☆
Usaha★☆☆☆☆★★★★☆
Waktu★☆☆☆☆★★★★☆
*Keterangan = semakin banyak yang diperlukan, semakin sedikit bintang hitam

Cloud-Based dengan On-Premise

         Cloud adalah penyimpanan secara online ke server yang menjadi pusat data. Sedangkan LMS berbasis cloud berarti LMS dengan penyimpanan data pada cloud. Namun sebelum menginstall LMS, Anda harus menyiapkan sendiri software pendukung yang dibutuhkan, seperti Operating System (OS), database, dan software lainnya. Jika Anda tidak memiliki waktu atau orang yang paham dalam hal ini, terdapat beberapa perusahaan IT yang menyediakan Software as a Service (SaaS). Layanan ini akan mengurus keperluan instalasi LMS dari awal hingga akhir. Anda hanya perlu menyampaikan budget Anda untuk pembelian kapasitas cloud.

         Sistem LMS on premise ini merupakan sistem LMS yang disimpan pada server tradisional (non-cloud) yang biasanya perangkat atau media penyimpanan (server) ini dibeli dan disimpan sendiri oleh pihak perusahaan. Namun ketika terjadi kerusakan pada media penyimpanannya maka data akan hilang sepenuhnya, terlebih lagi jika tidak pernah melakukan backup di server yang berbeda.

Manapun jenis LMS yang akan digunakan, LMS harus bisa menyediakan pembelajaran jarak jauh, mempermudah trainer untuk melakukan perubahan, memberikan trainer dan trainee kesempatan untuk berkolaborasi, terintegrasi setidaknya dengan kalender, menciptakan kultur yang sesuai dengan perusahaan, serta dapat berkembang bersama dengan perkembangan perusahaan.

AspekCloud-BasedOn-Premise
Biaya★★★☆☆★★☆☆☆
Usaha★★★★☆★★★☆☆
Waktu★★★★☆★★★☆☆

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis LMS, saatnya Anda menentukan LMS mana yang sesuai untuk Anda. Berikut ini adalah pertanyaan pedoman agar Anda memiliki gambaran yang akurat mengenai persiapan Anda memiliki LMS

  • Tetapkan tujuan training Anda dan tentukan:
    1. Mengapa saat ini karyawan memerlukan training?
    2. Kriteria apa saja yang Anda perlukan?
    3. Berapa banyak karyawan yang akan mengikuti training?
    4. Apakah Anda sudah memiliki konten atau masih perlu dikembangkan?
    5. Apakah Anda sudah memiliki LMS atau platform training lainnya?
  • Nilai kemampuan perusahaan Anda untuk menangani LMS sendiri
    1. Apakah Anda memiliki pengalaman, sumber daya manusia dan server untuk membuat in-house hosting?
    2. Jika tidak, apakah biaya untuk memilikinya akan besar?
  • Tentukan Anda ingin menggunakan LMS yang sudah siap pakai atau LMS open source
    1. Apakah Anda lebih suka dengan setup yang tidak biasa atau Anda lebih suka dengan pilihan konfigurasi yang sudah ada?
    2. Apakah budget LMS Anda sesuai dengan pilihan di atas?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *