Solusi Hadapi COVID-19 dan Menyelamatkan Ekonomi Indonesia

Solusi Hadapi COVID-19 dan Menyelamatkan Ekonomi Indonesia

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) telah mengadakan press conference online pada tanggal 24 Maret 2020 yang membahas mengenai dampak dan solusi menghadapi COVID-19. INDEF menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan penanganan pandemi COVID-19 sebagai fokus utama pemerintah dan memberikan stimulus bagi industri untuk meredam gelombang PHK. Ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan jaminan bagi warga golongan miskin juga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut adalah solusi yang dapat diterapkan:

Memastikan Kecukupan Bahan Kebutuhan Pokok

Himbauan pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah membuat masyarakat membeli sembako dalam jumlah besar untuk persediaan beberapa waktu ke depan. Hal ini menyebabkan kenaikan harga sembako/kebutuhan pokok karena meningkatnya permintaan dari konsumen. Untuk mencegah kenaikan harga dan kekurangan jumlah pasokan pangan berikut adalah solusi yang bisa dilakukan:

–          Pemerintah bisa memetakan jumlah stok pangan secara real time dan transparan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan pada beberapa daerah.

–          Memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok hingga sampai pada konsumen. Terutama dengan bulan Ramadhan yang semakin dekat sehingga fenomena panic buying tidak terjadi lagi. Khususnya pada bagian red zone penyebaran COVID-19.

–          Pengawasan dan pembatasan pembelian kebutuhan pokok di pasar tradisional dan modern perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada kenaikan permintaan yang signifikan.

–          Teknis baru untuk mendistribusikan sembako untuk mencegah perkumpulan warga pada satu tempat. Pembagian sembako bisa dilakukan door to door atau dikumpulkan di kantor desa/kecamatan/kelurahan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Selain pembagian sembako juga bisa dibantu oleh pihak e-commerce yang sudah memiliki sistem online dan pengiriman yang baik.

Mempercepat dan Memperluas Bantuan Sosial

Gambar Siklus Guncangan Supply-Demand (sumber: INDEF)

Aktivitas ekonomi yang terhambat dapat menambahkan risiko PHK terhadap karyawan dari beberapa sektor. Ancaman gelombang PHK tersebut dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi siklus ekonomi Indonesia seperti yang digambarkan pada gambar siklus guncangan supply-demand. Dalam upaya menyelamatkan pertumbuhan ekonomi negara, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu warga yang terpengaruh COVID-19 baik secara langsung atau tidak.

Bagi warga penderita COVID-19 yang termasuk dalam kategori pekerja informal (khususnya kepala keluarga), pemerintah bisa mengalokasikan jaminan perlindungan sosial untuk membantu meringankan beban yang ditanggung oleh warga tersebut.

Selain itu penerapan bantuan sosial bagi masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah juga bisa dilakukan pemerintah. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Rasta, dan PBI BPJS Kesehatan.

Pembagian bantuan sosial perlu difokuskan pada:

–          Rumah tangga yang tercatat menerima bantuan sosial

–          Rumah tangga dengan KK yang sudah pensiun

–          Kelompok rumah tangga berpendapatan rendah yang memiliki anak usia <15 tahun

–          Wanita berpendapatan rendah yang sedang hamil dan perlu dicukupi nutrisinya

–          Lansia yang perlu dicukupi nutrisinya, dan

–          Pekerja harian/informal

Tujuan dari beberapa solusi yang disarankan sebelumnya adalah agar pemerintah bisa menekan penyebaran dan angka kematian korban COVID-19 sekaligus meminimalisir dampak ekonomi jangka pendek. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, semoga semua pihak dapat saling membantu sehingga pandemi ini dapat berlalu dan semua aktivitas bisa kembali normal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *