Microlearning vs E-learning

Microlearning vs E-learning

Pada masa modern ini, banyak orang menghabiskan waktu mereka secara online, baik untuk pekerjaan, komunikasi, hiburan, maupun pelajaran. Seiring berjalannya waktu, online learning atau E-Learning telah berkembang menjadi lebih fleksibel dan lebih mudah diakses. Hal ini menyebabkan variasi metode dan media pembelajaran semakin beragam. Variasi tersebut membuat pengalaman belajar menjadi salah satu faktor penting bagi modern learner, khususnya karyawan [trybugle].

Karyawan memiliki waktu terbatas untuk belajar demi perkembangan keterampilan mereka, karena tugas dan tanggung jawab yang begitu banyak. Kemungkinan besar karyawan akan melupakan inti pembelajaran setelah membaca konten yang panjang, karena telah melampaui kapasitas memori untuk menyerap ilmu. Kurangnya interaksi antara informasi dengan pelajar, membuat tujuan “mengembangkan keterampilan” menjadi hanya sekedar “mendapatkan reputasi” [Giurgiu, 2017]. Microlearning sebagai salah satu metode E-Learning dapat membantu mencegah pergeseran tujuan dari pembelajaran tersebut, dengan salah satu fungsinya yaitu “learn just in time, not just in case”. Apa perbedaan dari E-Learning dan Microlearning? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari ketahui definisi dari sumber Microlearning terlebih dahulu.

Apa itu E-Learning?

E-Learning adalah konsep penyajian ilmu melalui elektronik atau teknologi secara online, dengan beragam format (halaman website, video, pdf, live streaming, dsb.), durasi dan fitur lainnya. Pada perusahaan, E-Learning membuat pelatihan karyawan menjadi jauh lebih mudah. Pengajar dapat melatih karyawannya dimana saja tanpa biaya dan logistik untuk transportasi atau pelatihan tatap muka.

E-Learning
E-Learning

E-Learning juga memungkinkan pelajar untuk mengakses materi pelatihan kapan saja dengan jadwal yang dapat ditentukan sendiri, sehingga tidak perlu mempertimbangkan perbedaan zona waktu maupun lokasi. Selain itu, pelatihan secara online dapat membantu perusahaan memastikan setiap karyawannya mendapatkan pengalaman belajar yang sama dan materi pelatihan yang konsisten [trybugle].

Apa itu Microlearning?

Microlearning adalah salah satu metode E-Learning yang menyajikan informasi secara ringkas dan fokus kepada inti pembelajaran. Metode ini merupakan cara yang ideal untuk menemukan jawaban secara cepat terhadap pertanyaan yang spesifik. Perusahaan seringkali melakukan pelatihan dengan Microlearning dengan konten berupa panduan mengikuti suatu prosedur, panduan melakukan pekerjaan, maupun panduan menggunakan suatu alat atau teknologi. 

Microlearning
Microlearning

Microlearning juga sering digunakan untuk memperbarui keterampilan dalam bekerja. Metode pembelajaran ini seringkali diterapkan melalui simulasi, interaksi, video tutorial, atau skenario pendek [ispringsolutions].

Apa Perbedaan E-Learning dan Microlearning?

Setelah anda mengetahui definisi dari masing-masing istilah, kita dapat membandingkan E-Learning dan Microlearning untuk mendapatkan persepsi yang lebih dalam. Perbedaan dari E-Learning dan Microlearning secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Namun, perlu diingat bahwa E-Learning yang dimaksudkan pada pembahasan ini adalah metode yang digunakan selain Microlearning.

No.IsuE-Learning (selain Microlearning)Microlearning
1.Konteks pembelajaranPembelajaran informal atau formalPembelajaran informal
2.Durasi belajarTergantung pada metode pembelajaran (biasanya menghabiskan berjam-jam)Sesingkat mungkin(maksimal 15 menit per topik)
3.Tujuan utamaKemampuan melewati tes atau poin tertentu untuk memastikan pemahaman pelajarSetiap topik atau modul menyajikan jawaban spesifik terhadap suatu masalah atau pertanyaan
4. VariasiBiasanya lebih terstruktur, dengan materi pembelajaran yang berurutan atau bertahapStruktur dinamis dan fleksibel, lebih rentan modifikasi
5. MediaElektronik atau teknologi online, biasanya tidak mobile-friendlyMobile-friendly, dibuat agar dapat diakses saat dibutuhkan
6.Sasaran penggunaPelajar yang tidak memiliki ilmu dasar dan membutuhkan pembahasan rinci terhadap suatu topikPelajar yang sudah memiliki keterampilan dasar, dapat mengidentifikasi rentang ilmu mereka, dan memiliki kapasitas daya ingat yang rendah
7. Partisipasi pelajarFokus kepada interaksi pelajar dan konten pembelajaranFokus kepada interaksi sosial antara pelajar

[Giurgiu, 2017; ispringsolutions]

Sebagai kesimpulan, terdapat dua perbedaan utama antara Microlearning dan metode pembelajaran tradisional atau E-Learning. Pertama, Microlearning tidak memiliki banyak konteks atau detail, karena metode ini tidak umum digunakan untuk menyampaikan ilmu dasar. Kedua, Microlearning umumnya digunakan dengan asumsi bahwa pelajar memiliki cukup motivasi untuk mencari dan menyelesaikan pelajaran yang mereka butuhkan. Metode ini membuat pembelajaran seakan terlihat mudah dan praktis. Namun seringkali pelajaran yang singkat dapat menjadi tantangan, ketika ilmu yang disajikan jauh melampaui keterampilan pelajar saat itu [ispringsolutions].

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *